Beri Anaknya Cincin Permata Untuk Lebaran, Seorang Ibu Justru Menyesal


PORTAL MUSLIM - Anaknya yang masih balita tiba-tiba batuk tanpa henti.

Berhati-hatilah Anda jika berniat memberikan perhiasan pada anak-anak Anda. Terutama bagi anak-anak yang masih balita. Sebab, bukan kelihatan cantik, tapi perhiasan itu justru bisa membahayakan nyawanya.

Pengalaman buruk memberikan perhiasan pada balitanya dialami oleh seorang warga Malaysia bernama Siti Shuada ini. Karena keinginannya membuat anaknya tampil cantik di hari raya, ia memakaikan anaknya sejumlah perhiasan emas.

Selain gelang, ia juga memberi anaknya cincin emas permata. Hal itu memang diungkapkan Siti lewat statusnya di Facebook .



Anaknya yang masih balita tiba-tiba batuk tanpa henti. Siti awalnya tak panik.

Ia mengira anaknya tersedak biskuit yang dia makan. Dia masukkan jari ke mulut anaknya, tapi tidak menemukan sisa makanan di sana.

Dia mulai curiga, dan bertanya kepada anaknya yang lain. Menurut anaknya itu, adiknya tidur dalam kondisi menghisap jari tangan.

Dia pun mengatakan, mungkin adiknya itu menelan cincin yang dipakainya.

Siti awalnya tak percaya, Ia mengira cincin itu jatuh di tempat tidur anaknya. Tapi, ketika mencari cincin, dia mulai panik.

Dia tak menemukan cincin itu di manapun. Siti mulai panik dan melarikan anaknya ke rumah sakit.

Benar saja, di rumah sakit, anak Siti diberi tindakan sinar rontgen. Hasilnya seperti yang dikhawatirkan, memang benar ada cincin di perut anak Siti.



Dokter pun berterus terang, bahwa anak Siti harus dioperasi.

Dokter khawatir bagian tajam cincin itu akan melukai organ dalam anak Siti.

"Saya terkejut sekali dan sedih. Ya Allah, sungguh berat cobaan kami hari ini," tulis Siti yang menuliskan pengalamannya itu di Facebook .

Dokter pun mencoba berharap ada keajaiban.

Dia mengatakan, ada cara lain dengan berharap, cincin permata itu keluar bersama tinja anak Siti.

Dan, keajaiban itu terwujud.

"Ya Allah, Keajaiban itu datang juga. Nangis dan gembira tak dapat kuungkapkan dengan kata-kata," tulis Siti.

Siti berharap pengalamannya dijadikan pelajaran buat para orangtua.

Mereka yang punya anak, diharapkan memikirkan dua kali bila ingin memberi mereka perhiasan.