Subhanallah, Hajar Aswad Selalu di Jaga Ketat Selama 24 Jam Dalam 7 Hari, Ternyata karena ini


PORTAL MUSLIM - Hajar Aswad, adalah nama sebuah batu yang berada di komplek Masjidil Haram. Uniknya, batu ini selalu mendapat pengawalan dari para tentara Kerajaan Saudi Arabia. Terpasang tepat di salah satu sisi Ka’bah, Hajar Aswad menjadi salah satu daya tarik para umat Islam yang sedang beribadah disana.
Dilansir dari laman Saudi Gazette via Riau24, selalu ada 24 penjaga yang melindungi Hajar Aswad dalam sehari. Sehingga, dalam waktu sehari semalam atau 24 jam, ada 24 penjaga yang berbeda.

Mereka bergiliran menjaga batu yang diyakini berasal dari surga itu. Masing-masing penjaga berdiri di dekat Hajar Aswad sekitar sejam lamanya. Mereka fokus mengawasi apapun yang terjadi di sekitarnya.

Artinya memang Hajar Aswad tidak pernah ditinggalkan begitu saja tanpa ada penjaga di sisinya.

Dengan sigap, penjaga khusus Hajar Aswad juga akan memberikan peringatan kepada petugas lain di sekitar, jika menemukan Jemaah atau pengunjung yang terlihat kelelahan dan kepanasan.

“Penjaga Hajar Aswad ditugasi berbagai pekerjaan. Dia ditugaskan untuk menjaga keamanan pengunjung dan mengajari mereka cara yang tepat untuk mencium Hajar Aswad. Dia juga bertanggung jawab untuk mengatur antrean jemaah yang ingin mencium batu itu,” kata juru bicara Masjidil Haram, Mayor Sameh Al-Sulami seperti dikutip dari Liputan6.



Hajar Aswad sendiri adalah batu yang mendapat tempat mulia. Bagi umat Islam, khususnya yang melaksanakan ibadah haji serta umrah, mereka akan berusaha mencium batu dengan tekstur hitam mengkilat tersebut. Hal tersebut sesuai dengan apa yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Batu berukuruan sekitar 10 sentimeter, dengan ornament lingkaran perak disekarnya tersebut, memiliki tinggi dari dasar Masjidil Haram sekitar 1.5 meter. Konon, Hajar Aswad sendiri pernah dipecahkan menjadi 8 bagian ukuran kecil.

Disebutkan dalam hadis riwayat Tarmidzi, sahih menurut Syaikh Albani, Nabi Muhammad berkata bahwa semula Hajar Aswad berwarna putih susu. Dalam hadis itu disebutkan bahwa Hajar Aswad menjadi hitam karena menyerap dosa-dosa manusia.

Hajar Aswad sangat familiar bagi umat Islam. Batu yang kini berwarna hitam ini menjadi bagian yang tidak pernah terlewatkan ketika melaksanakan ibadah Umroh dan Haji.

Jutaan manusia ingin memegang serta menciumnya, seperti yang dahulu dilakukan Nabi. Bukan hanya berdasarkan sabda Nabi, penelitian pun mengungkapkan jika batu ini berasal dari luar bumi.

Nabi Muhammad SAW mengungkapkan, Hajar Aswad berasal dari surga. Sebelum kiamat, batu ini akan diangkat oleh Sang Pemilik ke tempat semula.

Hajar Aswad diturunkan dari surga ke bumi pada masa kehidupan Nabi Ibrahim dan Ismail. Sang utusan membawa batu itu menyerahkannya kepada Nabi Ismail, ketika ayah dan anak ini membangun Kabah. Siapa utusan itu sebenarnya?

Dijelaskan oleh Nabi SAW bahwa Hajar Aswad diturunkan dari surga oleh sang pembawa utusan. Ternyata, yang mendapat tugas mulia ini adalah Malaikat Jibril, sang pemimpin malaikat.

Dari Abdullah bin Amru berkata,

“Malaikat Jibril telah membawa Hajar Aswad dari surga lalu meletakkannya di tempat yang kamu lihat sekarang ini. Kamu tetap akan berada dalam kebaikan selama Hajar Aswad itu ada. Nikmatilah batu itu selama kamu masih mampu menikmatinya. Karena akan tiba saat di mana Jibril datang kembali untuk membawa batu tersebut ke tempat semula.